Akibat Hujan Deras Tiang Listrik Ambruk !

     Wonogiri-Akhir bulan September Kabupaten Wonogiri sudah mulai memasuki musim penghujan namun curah hujan belum begitu tinggi. Pasalnya hujan hanya terjadi sesekali saja, dan belum intensif. Hujan pun hanya terjadi di beberapa kecamatan saja, dan tidak semua daerah mengalami curah hujan yang tinggi. Hal ini umum terjadi mengingat masa transisi dari musim panas ke musim penghujan. Kecamatan Jatipurno pada hari minggu pagi (01/11/2020) tepatnya pukul 10.00 WIB diguyur hujan yang cukup deras. Hujan kali ini berlangsung cukup lama, hujan mulai reda pada pukul 00.00 WIB.

        Lamanya hujan yang terjadi pada hari minggu tersebut banyak menyebabkan bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah. Bencana yang terjadi tersebut berupa, tanah longsor, sawah penduduk yang juga longsor, meluapnya air sungai, tak hanya itu salah satu tiang listrik yang terdapat di Desa Kembang ikut ambruk. Tiang listrik tersebut ambruk diduga karena tanah yang berada di sekitar tiang listirik tersebut longsor. Ambruknya tiang listrik tersebut mengakibatkan pemadaman arus listrik selama satu hari. Banyak dukuh yang terdampak dari ambruknya tiang listrik tersebut. Kerusakan tiang listrik kali ini terbilang cukup parah, karena dilihat dari kondisinya tiang listrik tersebut sudah tidak layak dan tidak memungkinkan untuk digunakan lagi. sehingga dengan terpaksa harus menunggu kiriman tiang listrik yang baru dari pusat kantor PLN. Proses perbaikannya pun harus memakan waktu yang terbilang cukup lama. Hal tersebut menyebabkan warga merasa resah mengingat siswa pada saat ini masih melakukan pembelajaran jarak jauh, akibatnya siswa yang tinggal di wilayah tersebut pun mengagalami kendala pada saat pembelajaran jarak jauh karena handphone yang digunakan lowbat. Selain itu, sejumlah warga juga ada yang menggunakan Wi-Fi untuk memudahkan pembelajaran jarak jauh, namun dikarenankan listrik padam mengakibatkan Wi-Fi tidak dapat digunakan dan seluruh aktivitas pembelajaran jarak jauh menjadi terkendala.


    Awalnya banyak warga yang tidak mengetahui jika ada salah satu tiang listrik yang ambruk. “saya pikir cuman mati lampu biasa, karena di desa kami ini juga sering mengalami pemadan listrik jika hujan deras, saya tidak mengira jika ada tiang listrik yang ambruk akibat hujan semalam, namun saya sempat curiga juga kok mati lampu dari pukul 00.00 WIB belum nyala-nyala juga sampai siang” ungkap salah satu warga. Tragedi tiang listrik ambruk ini memang baru kali pertama terjadi di Desa Kembang, dan akses menuju TKP tersebut terbilang cukup susah namun masih bisa dijangkau oleh mobil PLN. Beruntungnya pihak PLN  bergerak cepat untuk melakukan perbaikan dengan sesegera mungkin, agar malam itu juga listrik bisa kembali normal seperti sedia kala. Selama proses perbaikan dan pemsangan tiang listrik yang baru tidak ada kendala yang dihadapi oleh pihak PLN, semua berjalan dengan lancar, dan listrik pun kembali menyala pada hari Senin pukul 19.00 WIB. Warga berharap agar kejadian ambruknya tiang listrik ini tidak terjadi lagi di desa mereka, mengingat banyak aktivitas warga yang menggunakan energi listrik.


Komentar