SUKU BADUY TERBEBAS DARI PANDEMI COVID-19

        Kasus Covid-19 sudah hampir satu tahun masuk ke wilayah Indonesia. Saat ini wilayah Indonesia kembali menerapkan PSBB ketat mulai 11-25 Januari. Hal tersebut, dilakukan bukan tanpa alasan mengingat kasus positif Covid-19 di Indonesia masih terus meningkat. Penerapan PSBB kembali dilakukan guna untuk mencegah atau mengurangi penularan Covid-19 seminim mungkin. Namun, tidak seluruh wilayah Indonesia mengalami kasus Covid-19. Uniknya di daerah tersebut tidak ada satupun warganya yang terpapar Covid-19. Dearah tersebut merupakan wilayah suku Baduy atau Orang Kanekes, yang merupakan suku asli Indonesia yang mendiami salah satu wilayah di Kabupaten Lebak, Banten sampai saat ini masih nol kasus positif Covid-19. Tidak ada satupun warga suku Baduy yang terpapar virus Covid-19. Hal tersebut karena, suku Baduy sangat ketat dalam menerapkan protokol kesehatan dengan selalu menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan juga mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir). 

        Dikutip dari Tribunnews.com upaya yang dilakukan warga suku Baduy agar terhindar dari Covid-19 yaitu, yang pertama antisipasi cepat “sejak corona mulai tercatat pertama kali di Indonesia pada bulan Maret tepatnya tahun 2020 yang lalu, warga suku Baduy sudah mengantisipasi dengan cepat. Antisipasi yang dilakukan yaitu, warga Baduy yang berada di perantauan diperintahkan langsung untuk segera pulang, terutama yang merantau di zona merah. Selain itu upaya warga suku Baduy juga dilakukan dengan cara tradisional yaitu kerap melakukan mantra dan doa, setiap saat warga Baduy menggelar doa bersama untuk meminta keselamatan” ungkap tetua adat suku Baduy. Tidak hanya itu warga suku Baduy juga kerap meminum ramuan-ramuan tradisional guna untuk menjaga imunitas tubuh. Hal yang paling utama yaitu seluruh aktivitas warga banyak dihabiskan dirumah, aktivitas yang dilakukan diluar rumah hanya untuk mengurus lahan pertanian, karena mayoritas pekerjaan warga suku Baduy adalah petani. Selain itu, tetua adat suku Baduy melarang degan keras agar warga tidak keluar daerah, warga tidak boleh berpergian kemana pun apabila tidak ada kepentingan. 

Petunjuk arah kampung Badui Dalam di Banten. TEMPO | Anwar Siswadi

Meskipun masyarakat suku Baduy sangat menolak dan enggan untuk hidup modern namun, masyarakat suku Baduy sangat memproritaskan kesehatan dengan memberlakukan pengetatan kunjungan wisata.  Pada masa pandemi saat ini pemukiman masyarakat Baduy diperketat guna untuk mencegah penularan covid-19, tak hanya itu semua pintu masuk ke kawasan tanah hak ulayat adat disediakan wastafel agar warga senantiasa dan dapat membiasakan diri untuk mencuci tangan menggunakan sabun. Terbukti dengan segala upaya yang dilakukan warga suku Baduy tidak ada satupun dari warga suku Baduy yang terpapar Covid-19, hal tersebut berarti upaya yang telah dilakukan membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Sebagai kawasan yang dikenal sebagai kawasan adat, suku Baduy membatasi jumlah wisatawan yang akan berkunjung selama masa pandemi. Wisawatan yang berkunjung ke Baduy harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, dan juga warga Baduy diwajibkan untuk selalu menggunakan masker. Hal ini dilakukan guna untuk mengantisipasi agar Covid-19 tidak memasuki wilayah suku Baduy.

Cukup unik memang, disaat daerah diseluruh wilayah Indonesia mengalami kasus Positif Covid-19 yang bahkan setiap harinya terus meningkat namun, di wilayah kabupaten Lebak, Banten tepatnya suku Baduy tidak ada satupun warga yang terinfeksi Covid-19. Hal itu tentunya, sebuah pencapaian yang luar biasa karena warga sangat taat dan tertib dalam menerapkan protokol kesehatan. Alangkah lebih baiknya apabila warga masyarakat di seluruh wilayah Indonesia meniru suku Baduy yaitu dengan disiplin menarapakan protokol kesehatan. Dengan cara selalu menggunakan masker apabila berpergian, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Mengingat pada saat ini masih banyak yang lalai akan pentingnya protokol kesehatan sehingga kasus posistif Covid-19 terus meningkat. Saat ini juga masih ada saja sebagian orang yang tidak dapat menghindari kerumunan, lupa memakai masker apabila berpergian bahkan seringkali membuka masker apabila sedang berbicara dengan lawan bicara, tidak hanya itu sebagian orangpun terkadang refleks memegang area wajah tanpa memncuci tangan terlebih dahulu. Hal itu lah yang menyebabkan kasus postif Covid-19 di Indonesia masih terus saja meningkat. Bahkan pada saat ini kasus posistif Covid-19 di Indonesia sudah mencapai satu juta orang. Oleh karena itu, agar kasus positif di Indonesia tidak terus meningkat sebaiknya seluruh masyarakat lebih menaati protokol kesehatan dan tidak menanggap remeh Covid-19. Tidak hanya menaaati protokol tetapi juga harus selalu menjaga imunitas dengan memperbanyak makan-makanan bergizi dan minum vitamin. agar seluruh wilayah di negara Indonesia dapat mengikuti warga Suku Baduy dengan nol kasus positif Covid-19.


Komentar